5 Trik Jitu Mendapatkan Beasiswa S1

Semakin tingginya biaya kuliah kerap menjadi faktor para orang tua harus memutar otak ketika akan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Bahkan tak jarang, sang anak terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan kuliah agar impiannya mengenyam bangku kuliah dapat diraih secara nyata.

Faktanya, banyak cara yang dilakukan setiap orang untuk mendapat kesempatan studi ke perguruan tinggi. Kali ini, saya akan membagikan salah satu cara recommended untuk dijajali, yaitu dengan beasiswa, khususnya beasiswa S1.

Jika kamu sudah mencari info beasiswa sebelumnya, ada beragam beasiswa S1 yang bisa dimanfaatkan.

Walaupun kita tahu bahwa persaingan untuk mendapatkan golden ticket ini terbilang ketat dan susah-susah gampang, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, kan?

Selain mencari referensi info beasiswa, ada beberapa cara jitu yang harus kamu persiapkan secara matang karena kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Apa saja caranya? Berikut penjelasannya!

#1 Cari Info Beasiswa Sebanyak-Banyaknya

Mengumpulkan info beasiswa sebanyak mungkin adalah cara pertama yang harus kamu lakukan. Akan lebih baik, jika kamu sudah membuat beberapa catatan kecil mengenai jenis beasiswa apa yang kamu cari.

Misalnya, apa yang kamu ingin dari beasiswa tersebut, untuk lanjut kerja, membantu kuliah, atau hanya buat uang jajan saja dan disesuaikan dengan kemampuan diri.

Mencari info beasiswa dapat diperoleh dari guru atau pihak sekolah, saudara, teman, atau internet searching.

Apalagi jika punya teman yang pernah menerima beasiswa, pasti lebih nyaman untuk sharing dan menggali informasi secara langsung.

Alternatif lainnya, sering periksa scholarship board di kampus/situs kampus karena banyak universitas di Indonesia yang mempunyai segmen beasiswa di situs resmi mereka untuk mahasiswanya.

Tujuannya untuk membantu para mahasiswa atau calon mahasiswa mendapat kesempatan kuliah.

Oh iya, pastikan ketika mencari info beasiswa ini minimal kamu sudah menetapkan tujuan kuliah, seperti jurusan yang diinginkan, kuliah di dalam atau di luar negeri, dan sebagainya. Supaya proses pencarian bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

#2 Lengkapi CV dengan Beragam Hal Positif

Melansir laman Hipwee.com (18/6/2019), mengejar beasiswa jangan dengan tangan kosong. Bukan maksudnya menyiapkan uang sogokan ya, tapi kamu harus membuat CV yang menarik dengan pengalaman yang mumpuni.

Misalnya keaktifan kamu mengikuti organisasi, atau pengalaman usaha jika kamu pernah melakukannya, bahkan karya-karya dan prestasi di bidang yang kamu kuasai bisa dibuat menjadi portofolio yang akan memberikan nilai plus pada dirimu.

Asalkan, aktivitas ini tidak mengganggu nilai kamu secara akademik ya…

Oh iya, kamu juga bisa mendapat beasiswa dengan mengikuti dan memenangkan lomba di universitas yang kamu inginkan.

Ada beberapa kampus yang menawarkan beasiswa ketika kamu berhasil mencetak prestasi disana, seperti Universitas Indonesia atau Institut Teknologi Bandung.

#3 Kuasai Bahasa Inggris

Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa mendunia yang wajib dan kudu kamu kuasai. Apalagi jika kamu bercita-cita untuk studi di luar negeri paling tidak harus memiliki TOEFL yang cukup baik.

Setidaknya skor TOEFL yang kamu miliki sekitar 450-500 dan ketika kamu menemukan beasiswa dan ternyata TOEFL kamu masih kurang maka kamu tinggal belajar bahasa inggris lebih giat lagi.

So, lebih baik sedia payung sebelum hujan kan? Jadi mending kuasai bahasa Inggris sejak jauh-jauh hari.

#4 Kampus Ikatan Dinas, Bisa Jadi Pilihan

Seperti ditulis dalam Renesia.com, cara yang bisa dicoba untuk mendapat beasiswa dengan masuk kampus ikatan dinas, seperti STAN, STIS, STSN, dan IPDN.

Kampus ikatan dinas bukan hanya menawarkan biaya kuliah gratis, tapi juga kontrak dengan dinas terkait setelah lulus.

Nah kalo yang satu ini, keuntungannya berlipat kan? Setelah kuliah gratis, kamu dapat langsung bekerja deh…

#5 Lengkapi Persyaratannya

Sudah ada beberapa info beasiswa yang kamu miliki? Selanjutnya, perhatikan dengan detail persyaratan yang harus dipenuhi. Sebisa mungkin, jangan ada satupun poin persyaratan yang terlewat ya.

Ini Dia Pentingnya dan Tujuan Dari Akreditasi!

Akreditasi adalah penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen. Akreditasi juga bisa diartikan sebuah upaya pemerintah untuk membuat standar dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan kerja. Maka sangat penting untuk melakukan cek akreditasi kampus sebelum memilih sebuah perguruan tinggi.

Merujuk pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi.

Dasar dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Data terakhir per 27 April 2016 yang dikeluarkan Kementrian Riset dan Teknologi) ada 121 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 3.109 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah dikti (PT umum). Terdapat 76 Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) dan 958 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS) yang berada dibawah kementerian agama. Yang berada di bawah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada 175 Perguruan Tinggi Kedinasan Negeri.

Tujuan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi

BAN-PT adalah lembaga  yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah :

  1. Untuk memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga sanggup memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan berkala dan mempertahankan mutu yang tinggi.
  3. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi lain.

Apa saja yang dinilai?

Penilaian akreditasi meliputi:

  • Kurikulum dari setiap program pendidikan
  • Jumlah tenaga pendidik
  • Keadaan mahasiswa
  • Kordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana
  • Kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga dari perguruan tinggi.

Apakah penting?

Tentu saja akreditasi sangat penting. Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja, dan organisasi penyandang dana mengenai kualitas PT serta lulusannya. Dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, mereka akan mendapatkan informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademiknya. Mereka juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri

Jadi Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang pedoman pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar pada perguruan tinggi tersebut, dan sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemendiknas) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa datang.

Manfaat Akreditasi dari Ban-PT

1. Untuk Pengusulan Proyek Institusi

Dari sisi manfaat, akreditasi juga berguna untuk pengusulan proyek institusi. Sebuah perguruan tinggi dengan akreditasi A bisa mengusulkan proyek dengan nilai sekian miliar atau juta, yang besarannya akan berbeda dibandingkan dengan perguruan tinggi dengan akreditasi B atau C.

2. Menarik Calon Mahasiswa Baru

Bukan jadi rahasia lagi, kalau para calon mahasiswa akan mengecek akreditasi sebuah perguruan tinggi atau prodi, ketika akan melanjutkan perkuliahan. Oleh karena itu, penting bagi pergruan tinggi untuk memanfaatkan akreditasi ini untuk menarik calon mahasiswa. Keberadaan mahasiswa adalah faktor penting bagi perguruan tinggi, semakin banyak mahasiswa semakin terlihat pula perkembangan kampus tersebut.

3. Mempermudah Para Lulusan dalam Dunia Kerja

Manfaat lain akreditasi adalah bagi para lulusan, terutama yang ingin bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernah terjadi kasus, lulusan universitas swasta di Yogyakarta dengan IPK 4,0 tapi akreditasinya C, saat mendaftar di Pemda DI Yogyakarta ditolak, karena untuk Pemda DIY mensyaratkan calon pegawainya lulus dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B. (diberitakan di sindonews.com)

Beberapa instansi bahkan perusahaan swasta pun sudah mensyaratkan calon tenaga kerjanya harus berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B bahkan A. Karena itu beberapa perguruan tinggi memberikan fotocopy piagam akreditasi kepada para lulusannya. Hal ini dilandasi kesadaran pihak perguruan tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja saat ini.

Kualitas para lulusan dan akreditasi lembaga maupun program studi, sedikit banyak bergantung pada kualitas dosen pengajar. Para dosen ini besar perannya dalam menentukan nilai akreditasi dan menjamin lulusan yang berkualitas. Dosen dituntut bisa mempunyai rasa memiliki terhadap program studi di perguruan tinggi tempatnya bernaung.