Tips Jitu Memilih Souvenir Pernikahan

Sebagai wujud ucapan terima kasih kepada para tamu yang hadir, kehadiran souvenir pernikahan tidak dapat disepelekan begitu saja. Selain sebagai bentuk tanda terima kasih, souvenir pernikahan juga menjadi pengingat atas momen kebahagiaan kamu dan pasangan. Saat ini pilihan agen souvenir menjadi semakin banyak, berbagai pilihan souvenir yang unik, cantik, dan menawan telah banyak ditawarkan agen souvenir. Namun, yang perlu kamu ingat, souvenir yang kamu pilih harus sesuai dengan tujuan kamu ya. Berikut ini tips memilih souvenir pernikahan.



 Tips Memilih Souvenir Pernikahan

Jumlah Tamu Undangan

Sebelum kamu putuskan ingin membeli souvenir apa, lebih baik kamu tentukan dahulu jumlah tamu yang kamu undang. Prinsip membeli souvenir biasanya, semakin banyak souvenir yang kamu beli maka kamu akan mendapat harga yang lebih murah, semakin sedikit jumlah souvenir Jakarta maka harga yang kamu dapatkan semakin mahal. Yang perlu kamu ingat ketika membeli souvenir adalah, jangan sampai jumlah souvenir yang kamu beli kurang dan jangan juga sampai kelebihan terlalu banyak. Jika kamu mengundang 400 undangan, kamu bisa melebihkan souvenirmu menjadi 500 souvenir.


 Budget

Semakin unik dan mewah souvenir yang kamu pilih, maka akan semakin mempengaruhi harganya. Jadi lebih baik kamu cocokkan dahulu budget kamu, baru kamu putuskan untuk mencari souvenir pernikahan. Jangan khawatir, budget minim bukan berarti kamu tidak dapat membeli souvenir yang bagus, tinggal bagaimana kamu memilihnya saja.


 Pilih Souvenir yang Berguna

Banyak pengantin yang memilih souvenir hanya didasarkan pada bentuknya yang unik dan lucu, sehingga hanya dijadikan hiasan rumah saja. Sayang sekali bukan, sebaiknya kamu memilih souvenir yang dapat dipergunakan para tamu undanganmu, misalnya seperti gelas, utensil makan, goodie bag, dll.


 Ucapan dan Nama

Jangan lupa ya untuk menyelipkan sedikit ucapan terima kasih serta nama kamu dan pasangan dalam souvenir pernikahan kamu. Kamu bisa menyesuaikan desain ucapan souvenir dengan undangan kamu agar terlihat seragam dan cantik.


 Kemasan Unik

Agar menunjang bentuk souvenir pernikahan yang kamu pilih, sebaiknya kamu menyesuaikan juga dengan desain yang unik.


 Pilih Souvenir yang Mudah Dibawa

Sebaiknya kamu pilih souvenir yang mudah dibawa, karena biasanya orang pergi ke pesta pernikahan hanya membawa clutch atau dompet. Jangan sampai kamu menyulitkan mereka ketika mereka ingin makan, terutama untuk pesta pernikahan yang konsepnya prasmanan. Atau jika memang souvenir pilihanmu terlalu besar, kamu bisa memberikan kupon souvenir yang nantinya saat pulang bisa ditukar dengan souvenir pernikahan kamu.


 Sesuaikan dengan Konsep Pernikahan

Jika kamu punya tema khusus dalam pernikahanmu, tentunya akan memudahkan kamu memilih souvenir. Misalnya tema pernikahanmu adalah go green, maka souvenir yang kamu pilih sebaiknya tanaman atau bibit tanaman.


Pesan dari Jauh Hari

Memesan souvenir pernikahan yang unik tentu saja waktunya tidak instan. Kamu perlu menyiapkan waktu yang cukup lama dalam urusan memilih souvenir ini, agar kamu juga bisa mendapat vendor yang terbaik.

5 Trik Jitu Mendapatkan Beasiswa S1

Semakin tingginya biaya kuliah kerap menjadi faktor para orang tua harus memutar otak ketika akan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Bahkan tak jarang, sang anak terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan kuliah agar impiannya mengenyam bangku kuliah dapat diraih secara nyata.

Faktanya, banyak cara yang dilakukan setiap orang untuk mendapat kesempatan studi ke perguruan tinggi. Kali ini, saya akan membagikan salah satu cara recommended untuk dijajali, yaitu dengan beasiswa, khususnya beasiswa S1.

Jika kamu sudah mencari info beasiswa sebelumnya, ada beragam beasiswa S1 yang bisa dimanfaatkan.

Walaupun kita tahu bahwa persaingan untuk mendapatkan golden ticket ini terbilang ketat dan susah-susah gampang, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba, kan?

Selain mencari referensi info beasiswa, ada beberapa cara jitu yang harus kamu persiapkan secara matang karena kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Apa saja caranya? Berikut penjelasannya!

#1 Cari Info Beasiswa Sebanyak-Banyaknya

Mengumpulkan info beasiswa sebanyak mungkin adalah cara pertama yang harus kamu lakukan. Akan lebih baik, jika kamu sudah membuat beberapa catatan kecil mengenai jenis beasiswa apa yang kamu cari.

Misalnya, apa yang kamu ingin dari beasiswa tersebut, untuk lanjut kerja, membantu kuliah, atau hanya buat uang jajan saja dan disesuaikan dengan kemampuan diri.

Mencari info beasiswa dapat diperoleh dari guru atau pihak sekolah, saudara, teman, atau internet searching.

Apalagi jika punya teman yang pernah menerima beasiswa, pasti lebih nyaman untuk sharing dan menggali informasi secara langsung.

Alternatif lainnya, sering periksa scholarship board di kampus/situs kampus karena banyak universitas di Indonesia yang mempunyai segmen beasiswa di situs resmi mereka untuk mahasiswanya.

Tujuannya untuk membantu para mahasiswa atau calon mahasiswa mendapat kesempatan kuliah.

Oh iya, pastikan ketika mencari info beasiswa ini minimal kamu sudah menetapkan tujuan kuliah, seperti jurusan yang diinginkan, kuliah di dalam atau di luar negeri, dan sebagainya. Supaya proses pencarian bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

#2 Lengkapi CV dengan Beragam Hal Positif

Melansir laman Hipwee.com (18/6/2019), mengejar beasiswa jangan dengan tangan kosong. Bukan maksudnya menyiapkan uang sogokan ya, tapi kamu harus membuat CV yang menarik dengan pengalaman yang mumpuni.

Misalnya keaktifan kamu mengikuti organisasi, atau pengalaman usaha jika kamu pernah melakukannya, bahkan karya-karya dan prestasi di bidang yang kamu kuasai bisa dibuat menjadi portofolio yang akan memberikan nilai plus pada dirimu.

Asalkan, aktivitas ini tidak mengganggu nilai kamu secara akademik ya…

Oh iya, kamu juga bisa mendapat beasiswa dengan mengikuti dan memenangkan lomba di universitas yang kamu inginkan.

Ada beberapa kampus yang menawarkan beasiswa ketika kamu berhasil mencetak prestasi disana, seperti Universitas Indonesia atau Institut Teknologi Bandung.

#3 Kuasai Bahasa Inggris

Bahasa Inggris sudah menjadi bahasa mendunia yang wajib dan kudu kamu kuasai. Apalagi jika kamu bercita-cita untuk studi di luar negeri paling tidak harus memiliki TOEFL yang cukup baik.

Setidaknya skor TOEFL yang kamu miliki sekitar 450-500 dan ketika kamu menemukan beasiswa dan ternyata TOEFL kamu masih kurang maka kamu tinggal belajar bahasa inggris lebih giat lagi.

So, lebih baik sedia payung sebelum hujan kan? Jadi mending kuasai bahasa Inggris sejak jauh-jauh hari.

#4 Kampus Ikatan Dinas, Bisa Jadi Pilihan

Seperti ditulis dalam Renesia.com, cara yang bisa dicoba untuk mendapat beasiswa dengan masuk kampus ikatan dinas, seperti STAN, STIS, STSN, dan IPDN.

Kampus ikatan dinas bukan hanya menawarkan biaya kuliah gratis, tapi juga kontrak dengan dinas terkait setelah lulus.

Nah kalo yang satu ini, keuntungannya berlipat kan? Setelah kuliah gratis, kamu dapat langsung bekerja deh…

#5 Lengkapi Persyaratannya

Sudah ada beberapa info beasiswa yang kamu miliki? Selanjutnya, perhatikan dengan detail persyaratan yang harus dipenuhi. Sebisa mungkin, jangan ada satupun poin persyaratan yang terlewat ya.

Ini Dia Pentingnya dan Tujuan Dari Akreditasi!

Akreditasi adalah penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan oleh pihak di luar lembaga yang independen. Akreditasi juga bisa diartikan sebuah upaya pemerintah untuk membuat standar dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan kerja. Maka sangat penting untuk melakukan cek akreditasi kampus sebelum memilih sebuah perguruan tinggi.

Merujuk pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi.

Dasar dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Data terakhir per 27 April 2016 yang dikeluarkan Kementrian Riset dan Teknologi) ada 121 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 3.109 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah dikti (PT umum). Terdapat 76 Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) dan 958 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS) yang berada dibawah kementerian agama. Yang berada di bawah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada 175 Perguruan Tinggi Kedinasan Negeri.

Tujuan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi

BAN-PT adalah lembaga  yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah :

  1. Untuk memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga sanggup memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
  2. Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan berkala dan mempertahankan mutu yang tinggi.
  3. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi lain.

Apa saja yang dinilai?

Penilaian akreditasi meliputi:

  • Kurikulum dari setiap program pendidikan
  • Jumlah tenaga pendidik
  • Keadaan mahasiswa
  • Kordinasi pelaksanaan pendidikan, termasuk persiapan sarana dan prasarana
  • Kesiapan administrasi akademik, kepegawaian, keuangan dan rumah tangga dari perguruan tinggi.

Apakah penting?

Tentu saja akreditasi sangat penting. Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja, dan organisasi penyandang dana mengenai kualitas PT serta lulusannya. Dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, mereka akan mendapatkan informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademiknya. Mereka juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri

Jadi Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang pedoman pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar pada perguruan tinggi tersebut, dan sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemendiknas) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa datang.

Manfaat Akreditasi dari Ban-PT

1. Untuk Pengusulan Proyek Institusi

Dari sisi manfaat, akreditasi juga berguna untuk pengusulan proyek institusi. Sebuah perguruan tinggi dengan akreditasi A bisa mengusulkan proyek dengan nilai sekian miliar atau juta, yang besarannya akan berbeda dibandingkan dengan perguruan tinggi dengan akreditasi B atau C.

2. Menarik Calon Mahasiswa Baru

Bukan jadi rahasia lagi, kalau para calon mahasiswa akan mengecek akreditasi sebuah perguruan tinggi atau prodi, ketika akan melanjutkan perkuliahan. Oleh karena itu, penting bagi pergruan tinggi untuk memanfaatkan akreditasi ini untuk menarik calon mahasiswa. Keberadaan mahasiswa adalah faktor penting bagi perguruan tinggi, semakin banyak mahasiswa semakin terlihat pula perkembangan kampus tersebut.

3. Mempermudah Para Lulusan dalam Dunia Kerja

Manfaat lain akreditasi adalah bagi para lulusan, terutama yang ingin bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pernah terjadi kasus, lulusan universitas swasta di Yogyakarta dengan IPK 4,0 tapi akreditasinya C, saat mendaftar di Pemda DI Yogyakarta ditolak, karena untuk Pemda DIY mensyaratkan calon pegawainya lulus dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B. (diberitakan di sindonews.com)

Beberapa instansi bahkan perusahaan swasta pun sudah mensyaratkan calon tenaga kerjanya harus berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B bahkan A. Karena itu beberapa perguruan tinggi memberikan fotocopy piagam akreditasi kepada para lulusannya. Hal ini dilandasi kesadaran pihak perguruan tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja saat ini.

Kualitas para lulusan dan akreditasi lembaga maupun program studi, sedikit banyak bergantung pada kualitas dosen pengajar. Para dosen ini besar perannya dalam menentukan nilai akreditasi dan menjamin lulusan yang berkualitas. Dosen dituntut bisa mempunyai rasa memiliki terhadap program studi di perguruan tinggi tempatnya bernaung.

The Rise Of Copyright Infringement in Indonesia

I am sure many may disagree with this title. Bunch of illegal copies of local and international films, television shows and songs can still be downloaded or streamed through various websites and apps in Indonesia. (e.x.Indoxx*). Millions of pirated copies of the same copyrighted content are available in plenty of malls and traditional markets. You can even find current movies being streamed live from inside a cinema through social media.

Yes, online piracy is prevalent and remains a cause for concern, but we are making progress. How? Through consistent enforcement, commitment, and collaborative efforts to handling copyright infringement Indonesia.

Since 2015, an interagency antipiracy task force within the government has shut down more than 392 illegal film websites that distribute or stream pirated content. By the end of 2017, the music industry said around two-thirds of the websites they had reported for infringing on their copyrighted material were already inactive.

To put the significance of these numbers in context, the same statistics were cited by the International Intellectual Property Alliance, an organization of United States creative industries, in its 2018 report on Indonesia, which notes how the government’s “enforcement has been promising, with excellent compliance by the seven largest ISPs”. 

While the people behind these websites can just hop to a new domain and carry on their illicit business, we are in fact making a dent in their operations by going after where it hurts: the bottom line. 

Online pirates earn from online advertisements, but every time their websites are shut down, the new sites they create will have lower page rankings, which will then reduce the amount of revenue they can generate. 

The ministry of communication is also going directly to advertisers. Last October, an Infringing Website List was launched by several industry associations — the Association of Indonesian Film Producers (APROFI), the Indonesia Recording Industry Association (ASIRI), the Motion Picture Association (MPA) and the Association of Indonesian Advertising Agencies (P3I) — with the support of the Creative Economy Agency (Bekraf), to make companies aware of which sites they should not place ads on. 

They are also working with Google and Facebook, which have been cooperative in taking down pirated materials. YouTube, for instance, is very active on this front.

Soon, the fight against these online pirates will be aided by technology that allows us to track them down, putting an end to the cat-and-mouse game. The Communications and Information Ministry to take down online sources of pornographic content and hoaxes, and it will soon use it to fight against online pirates. 

On the ground, The ministry are working with theaters to curb the practice of illegal live streaming of films through social media, and they have committed to taking immediate action once violators are found. 

They have also asked them to install CCTVs to improve detection. As long as there is a complaint from the owner of the film rights against entities who live stream for commercial purposes, the government can take legal action.

Though much of the focus now is now on online piracy, we are not ignoring the proliferation of pirated DVDs across the country. We are communicating with local governments to encourage them to exercise their authority to penalize or even shut down shopping malls or centers that allow the sale of pirated goods, and we have been receiving positive responses.

Consistent enforcement, commitment, and collaborative efforts have proven to help us win battles against online piracy. But that’s just one of the fronts in this war. 

Cutting off supply is never enough to kill the market for illegal products; the demand side has to be addressed. 

When it comes to creative content like films, television shows, and music, demand for pirated copies exists because of three things: price, distribution, and habit. Therefore, strategies to fight piracy should address these aspects. 

The increasing availability of streaming websites and the cooperation of internet service providers help address two of the three issues: price and distribution. If we make content more affordable and easily accessible, we have seen consumers tend to shift to legal sources.

Offline, one way to address the demand side is to convince content producers to reduce prices or diversify their products for different markets. 

At the same time, we are pushing for the use of the collective management organization to more efficiently collect royalties from companies that use copyrighted materials. This way, we help diversify the revenue sources of content companies. 

The third aspect, habit, would take longer to address. Instead of trying to break the habits of older people, we are focusing our efforts on educating our children to make sure these illegal habits don’t form to begin with.

We realize that many in the public still fail to fully grasp the harm that piracy does. Indonesian filmmakers lose more than Rp 4 billion (US$290,000) for each film that gets pirated. 

Indonesia’s recording industry loses up to Rp 14 trillion a year from the illegal downloading of songs. 

But we cannot develop our creative industry and support our local artists if we can’t find a way to protect their work. 

We cannot win this fight overnight, or even over a few years. But through consistent enforcement, commitment, and collaborative efforts, we will win battles and gain ground. 

Online piracy may never fully be eliminated. But diminishing itr presence enough to the point where the practice doesn’t hurt legitimate businesses is already a significant victory. 

A Case of “Trademark Squatter” in Indonesia


A driving Italian design organization is occupied with the retail dress and attire business. The Italian organization’s tasks are broad, and it has various stores all through the Southeast Asian locale. The Italian organization possesses a few enlisted exchange denotes that ensure its brands, including the trademark ‘AAA’, which is enrolled in numerous nations around the world. Indonesia is among these nations, where the imprint is enrolled under the products and enterprises classification in Classes 18, 25, and 35.

trademark indonesia under Class 25 was made in 2008. Given the correct enlistment, the Italian organization was sure that no indistinguishable or misleadingly confounding comparable imprints would be permitted to be enrolled in similar classifications of products or potentially services.

It appears, nonetheless, that the trademark inspector in Indonesia has less stringent assessment criteria when looking at similitudes between applied-for marks and earlier enlisted imprints. An imprint indistinguishable from ‘AAA’ concerning the classification of merchandise in Class 25 was applied for by a nearby individual in Indonesia in 2010. This was then distributed in the Trademark Gazette to consider any restriction by outsiders around then, inside the cutoff time to oppose.

Fortunately, the Italian organization was utilizing a ‘Watch Service,’ which cautions and cautions organizations with enrolled exchange checks about conceivable indistinguishable or confusingly comparable imprints being distributed in the Trademark Indonesia around the world. The Italian organization, in this way, was made mindful of the production in the Trademark Gazette by the exchange mark squatter well before the cutoff time to contradict had expired.

The exchange mark inspector in control educated the Italian organization that the distributed exchange mark application secured the merchandise of, in addition to other things, ‘sarong and other Muslim clothing’, which are an alternate sort of apparel from the Italian organization’s enrolled products—despite the fact that the application was to be enlisted in Class 25 too. Along these lines, the exchange mark analyst had endorsed the enrollment, regardless of the way that the general appearance and vocal part of the imprints were both indistinguishable from the Italian organization’s earlier enlisted marks.

Hence, the Italian organization’s direction prompted that a restriction ought to be documented inside the cutoff time to keep the distributed application from arriving at the enlistment stage.

In request to record an effective restriction, the Italian organization needed to demonstrate the following:

  1. The applied-for imprint was indistinguishable or confusingly like their own earlier enrolled imprint, and the utilization of such an imprint—even with the order ‘Sarong and other Muslim clothing’— would cause disarray among general customers with regards to the starting point of the goods.
  2. The candidate didn’t have any rights or genuine interests in the applied-for mark. The candidate petitioned for enlistment of the applied-for mark in ‘dishonesty’, trying to ride on the notoriety of the Italian organization’s earlier enrolled mark.
  3. Fortunately, in light of the fact that the imprint ‘AAA’ had been enlisted in various nations worldwide by the Italian organization, the exchange mark analyst was persuaded that the Italian organization had a superior right to the imprint ‘AAA.’ thus, the trademark indonesia squatter’s application was recorded in dishonesty, and the distributed application was dismissed for enrollment. The candidate didn’t request the case, which carried it to a close.
  • Register your exchange mark any potential future markets in Southeast Asia, to cover satisfactory classes of merchandise and enterprises of your exisiting and future item lines.
  • The trademark inspector’s assessment criteria changes in every nation and is emotional. In this way, it is judicious to lead an overall watch administration for your trademark, so as to remain educated regarding any potential trademark squatters in every ward. Restricting a distributed application is unmistakably more cost-and time-viable than case dependent on a nullification of an enrolled exchange mark (even one dependent on dishonesty). The case to nullify the enlisted imprint every now and again should be brought to a court, and can cost roughly EUR 5,000–30,000, contingent upon the unpredictability of the case.
  • Trademark proprietors ought to be always exceptional on the proof of utilization in every nation, either through licensees or neighborhood merchants, with the goal that such proof can be effectively accumulated when needed.
  • With the up and coming coordination of the ASEAN Economic Community (AEC), it is profoundly suggested that an enrollment is looked for in all part conditions of ASEAN, because of a free progression of merchandise and ventures in the area.

Tips Memilih Catering Pernikahan

Pernikahan menjadi sebuah momen yang dinantikan oleh banyak pasangan yang telah memiliki komitmen bagi satu sama lain.

Momen meriah dengan suasana indah dan romantis tentu menjadi idaman semua pasangan calon yang akan menikah. Oleh karena itu, berbagai kebutuhan pernikahan harus dipersiapkan dengan matang.

Apabila Anda salah satu orang yang akan merayakan pernikahan maka harus memiliki banyak rencana bahkan plan B yang harus dipenuhi sebelum menikah.

Buatlah list kebutuhan pra nikah dan pasca nikah, terutama ketika memilih berbagai macam hal, seperti gedung pernikahan, organisasi penyelenggara acara atau wedding organizer, serta jangan lupa jasa layanan catering pernikahan.

Ketiga hal tersebut sifatnya memang penting, namun berbeda halnya jika Anda merencanakan resepsi pernikahan sederhana.  

8 Cara Cerdas Memilih Katering Pernikahan yang Sesuai! 02 Katering Pernikahan 2 - Finansialku

8 Cara Tepat Menentukan Catering Terbaik Untuk Pernikahan Anda

Setelah list kebutuhan rencana pernikahan sudah dibuat dengan rapi dan baik, maka saatnya bagi Anda untuk memilih jasa katering yang sesuai.

Anda perlu mencari tipe yang dirasa cocok dengan kapasitas Anda bersama pasangan.

Sebaiknya carilah beberapa informasi melalui berbagai media atau orang di sekitar Anda tentang jasa katering yang terkenal akan kualitas dan harganya.

Perhatikan setiap saran yang masuk agar informasi yang Anda terima lebih beragam, serta bisa memilih di antara saran tersebut. Bila perlu buatlah catatan untuk mengkategorikan berbagai saran tentang jasa katering.

Apabila Anda lebih menyukai cara personal untuk mencari jasa katering terbaik maka ikutilah 8 cara tepat untuk memilih jasa katering yang sesuai dengan konsep dan kebutuhan pernikahan Anda.

1. Hitung dan Lakukan Strategi Perencanaan Keuangan Pra Nikah

Pastikan Anda memiliki dana khusus untuk pernikahan, terutama untuk menyewa jasa katering.

Mengingat bahwa total biaya pernikahan sudah pasti tergolong mahal apalagi jika Anda membuatnya dengan suasana mewah dan tidak sederhana.

Perhitungkan dengan baik kondisi keuangan Anda sebelum menikah, bila perlu lakukan investasi atau menabung sejumlah dana secara rutin dan berkala.

Jika waktunya sudah tiba Anda bisa menghitung hasil investasi dan tabungan yang Anda peroleh. Kemudian membaginya ke jumlah tertentu untuk membayar berbagai hal yang dibutuhkan saat mengadakan resepsi pernikahan nanti.

Anda tidak perlu melakukan kegiatan tersebut sendirian, lakukanlah bersama pasangan agar beban lebih ringan. Dengan begitu sistem keuangan calon keluarga baru Anda akan lebih terstruktur dan bisa diprediksi dengan baik.

2. Gunakan Anggaran Khusus Untuk Catering

Jika uang hasil investasi dan tabungan Anda yang secara khusus dikumpulkan untuk memenuhi biaya katering telah terpenuhi target maka gunakan anggaran secukupnya.

Sebaiknya jangan memilih terlalu banyak aneka makanan dan paket katering yang bisa menghabiskan seluruh anggaran tabungan Anda.

Pastikan masih ada sisa setidaknya minimal 20 persen dari jumlah total hasil tabungan.

Bukan berarti Anda tidak bisa memiliki paket yang meriah, tetapi hal ini berarti Anda harus menyiapkannya sejak jauh-jauh hari, jika Anda menginginkan paket mewah maka tabunglah untuk memperoleh hasil yang banyak untuk memenuhi keinginan Anda.

3. Pastikan Tingkat Popularitas Catering

Kali ini waktunya bagi Anda untuk memilih jasa katering yang sesuai setelah anggaran terpenuhi. Tips untuk memilih jasa katering yang tepat, yakni dengan melihat tingkat popularitasnya.

Pastikan warga yang berada di sekeliling tempat tinggal, kerabat, atau banyak dari teman Anda memberikan rekomendasi untuk memilih jasa katering tertentu.

Carilah informasi tentang jasa yang disarankan tersebut melalui berbagai media online. Pastikan rating dan ulasannya bagus.

4. Pastikan Menu Paket Makanan Beragam

Saat Anda melihat profil perusahaan jasa katering sebaiknya Anda juga harus memastikan bahwa paket aneka makanan katering yang ditawarkan beraneka ragam.

8 Cara Cerdas Memilih Katering Pernikahan yang Sesuai! 03 Katering Pernikahan 3 - Finansialku

[Baca Juga: Tips Makan Sehat Untuk Anak Kos]

Apabila menunya terlalu sedikit tentu Anda tidak akan bisa menjamu tamu dengan baik dan memuaskan.

Pastikan aneka menu paket katering cukup variatif agar pilihan Anda tidak terlalu terbatas, dan menunya sama ketika jasa katering tersebut juga disewa oleh rekan Anda yang sedang memiliki hajat.

5. Cicipi dan Pastikan Kualitas Cita Rasa Makanan

Ketika Anda sudah menemukan salah satu jasa katering yang memiliki tingkat rekomendasi dan popularitas tinggi. Maka langkah selanjutnya, Anda harus mengetahui cita rasa makanan yang dimasak oleh para chef ahli di perusahaan tersebut.

Caranya adalah dengan mencicipi salah satu produk masakannya, atau Anda melakukan pengenalan rasa makanan dengan food testing pada sedikit hasil masakannya.

Tentu Anda akan diperbolehkan untuk melakukan hal ini jika pelayanan perusahaan yang Anda kunjungi berpredikat baik.

6. Perhatikan Kualitas Layanan Pelanggannya

Anda boleh memberikan penilaian utama terhadap cita rasa makanan dan tingkat popularitas jasa katering. Tetapi, sebaiknya Anda juga perlu memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh jasa tersebut.

Hal itu sangat penting karena mereka harus melayani tamu undangan Anda, tentu akan sangat buruk jika tamu-tamu tidak dilayani dengan ramah, penilaian buruk tidak hanya diberikan untuk jasa katering, tetapi juga kepada pemilik hajat.

7. Pastikan Bahwa Makanan Diolah dengan Proses Higienis

Penilaian dan kualitas makanan katering yang sangat penting selanjutnya harus Anda berikan pada tingkat higienisnya saat proses makanan sedang diolah dan disajikan kepada para tamu.

Penilaian tersebut perlu dilakukan agar setiap orang yang memakan makanan tersebut tidak akan mengalami gangguan maupun kesakitan.

Jasa katering yang memiliki rating tinggi biasanya memiliki kualitas baik, khususnya dalam menjaga kondisi makanan agar selalu higienis.

8. Pastikan Pemilik Katering Orang Ramah dan Bisa Bernegosiasi

Selain pelayanan yang baik, Anda juga membutuhkan pemilik jasa katering yang berkepribadian baik pula, karena akan sangat bermanfaat ketika melakukan negosiasi.

Tindakan tersebut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran Anda sesuai dengan kebutuhan pembayaran jasa katering.

Selain itu, negosiasi juga berguna untuk mendiskusikan waktu dan saat yang tepat tentang dilaksanakannya pernikahan agar jasa katering bisa menyesuaikan job desk nya dengan acara Anda.

Kesimpulan: Lakukan Survei Menyeluruh Sebelum Pilih Catering

Perusahaan atau jasa layanan katering yang biasanya dipesan untuk resepsi pernikahan menawarkan banyak pilihan makanan. Sebaiknya Anda mengetahui berbagai macam paket dan beragam makanannya.

Selain itu, Anda juga harus mengetahui rasa makanan yang ditawarkan oleh jasa katering tersebut.

Katering yang memiliki penawaran banyak paket makanan dari berbagai macam jenis dan rasa tentu lebih menarik untuk dipilih karena Anda bisa menyesuaikan dengan selera para undangan.

Paket katering yang akan dijadikan sebagai pilihan juga harus lebih banyak menu dan jenis makanannya.

Serta, Anda sebaiknya memilih jasa penyedia katering pernikahan yang tidak jauh dari tempat tinggal, selain untuk menghemat biaya Anda juga harus menganalisis kebutuhan untuk masa depan keluarga setelah menikah.

Jadi, jangan melewatkan waktu survei secara langsung dan menyeluruh. Jika Anda memiliki beberapa waktu luang maka lakukan survei sendiri.

Tetapi jika kesibukan melarang Anda pergi sendiri maka bisa mendelegasikan kepada saudara atau kerabat terdekat yang paham katering.

Merencanakan pernikahan membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang.

Cikal Bakal Liga Inggris

Liga Inggris adalah salah satu liga sepakbola paling populer di dunia. Kompetisi Liga Inggris juga menjadi liga tertua di sepakbola dibanding liga negara lain, karena sudah dimulai sejak tahun 1888. Saat ini kompetisi level utama di Inggris adalah Premier League, format liga baru yang dimulai sejak tahun 1992. Sebelumnya kompetisi teratas di Inggris bernama Football League First Division atau Divisi Utama.

Kompetisi Liga Inggris pun memiliki sejarah pembentukan yang panjang dari mulai era awal di abad 19, kemudian memasuki era Perang Dunia II hingga menuju era Premier League yang lebih modern. Ini merupakan rangkuman sejarah Liga Inggris dari awal berdiri hingga sekarang selengkapnya update terbaru.

Sejarah Liga Inggris

Sejarah Sepak Bola di Abad 19

Olahraga sepakbola diklaim pertama ditemukan di negara tiongkok pada dinasti Han. Di abad 19, masyarakat Inggris sudah banyak yang bermain bola. Inggris pun mulai mengembangkan sepakbola menuju olahraga yang lebih beragam. Klub sepakbola pertama yang didirikan adalah Sheffield FC di tahun 1857, yang menjadi klub tertua di dunia. Sejak itu, banyak klub sepakbola lain yang berdiri di Inggris.

sejarah Liga Inggris
Trofi juara Liga Inggris

Aturan sepakbola pun mulai diseragamkan agar tercipta aturan baku. Di tahun 1863 berdiri The Football Association atau FA, yang merupakan federasi sepakbola utama di Inggris. Setelah itu kompetisi Piala FA pun pertama digelar di tahun 1871, menjadi turnamen tertua di dunia yang masih aktif sampai sekarang. Timnas Inggris pun terbentuk dan pertandingan internasional pertama antara Inggris melawan Skotlandia terjadi di tahun 1870.

Awalnya sepakbola hanya dimainkan di tingkat amatir saja. Sepakbola profesional dilarang di Inggris saat itu sehingga belum ada klub atau pemain profesional seperti sekarang. Hal ini sempat memicu pro dan kontra. Baru pada tahun 1875, sepakbola profesional mulai diperbolehkan oleh FA. Hal tersebut kemudian mendorong dibentuknya sebuah kompetisi liga baru yang menaungi klub Liga Inggris.

Awal Berdiri Football League

Kebutuhan akan kompetisi liga sepakbola reguler yang lebih kompetitif pun terus mencuat. Akhirnya pada tahun 1888, dibentuk kompetisi baru bernama Football League. Kompetisi tersebut pertama dibentuk oleh direktur Aston Villa saat itu, William McGregor. Anggota awal dari Football League terdiri dari 12 klub, yaitu Blackburn Rovers, Burnley, Bolton Wanderers, Accrington, Everton, Preston North End, Aston Villa, Derby County, Notts County, Stoke City, West Bromwich Albion dan Wolverhampton Wanderers.

Di musim pertama Football League, Preston North End sukses menjadi juara pertama dalam sejarah Liga Inggris. Beberapa klub lain yang juara di awal-awal kompetisi Liga Inggris antara lain adalah Aston Villa, Everton, Sunderland dan Sheffield United. Awalnya Football League hanya berisi satu divisi saja, namun setelah banyak klub lain yang mendaftar, Football League mulai menerapkan sistem dua divisi, yaitu First Division dan Second Division.

sejarah Liga Inggris
Preston North End menjadi juara pertama dalam sejarah Liga Inggris

Selama beberapa tahun ke depan, kompetisi Liga Inggris kian berkembang. Sekitar tahun 1905-06, total 40 klub yang terlibat yang terbagi menjadi dua divisi. Saat Perang Dunia I, Liga Inggris sempat dihentikan sementara dan kembali dimulai setelah perang usai. Hal yang sama terjadi saat Perang Dunia II (1939-1946). Mulai tahun 1920 terdapat Divisi 3 untuk mengakomodir penambahan klub lain yang dibagi menjadi wilayah Utara dan Selatan. Di tahun 1924, total 88 klub yang terdaftar di Football League.

Era 1950an sampai 80an

Di era 50an dan 60an, Wolverhampton Wanderers menjadi salah satu klub Inggris tersukses. Wolves beberapa kali mengalahkan klub negara Eropa lain dalam pertandingan persahabatan. Hal ini yang kemudian menjadi awal terbentuknya kompetisi European Cup atau Liga Champions yang mempertemukan klub-klub dari negara Eropa.

Liga Inggris pertama berpartisipasi di kompetisi Eropa, yaitu European Cup mulai musim 1956-57 yang diwakili oleh Manchester United. Sayangnya, do akhir 50an, terjadi Tragedi Munich, yaitu kecelakaan pesawat yang membawa skuad Manchester United saat itu.

Di tahun 1963, Tottenham menjadi klub Inggris pertama yang juara di kompetisi Eropa, yakni Winners Cup. Kesuksesan klub Inggris menular pada skuad timnas Inggris yang sukses menjadi juara Piala Dunia di tahun 1966 dengan mengalahkan Jerman Barat di final. Periode akhir 70an dan awal 80an menjadi masa keemasan klub Inggris di Eropa, dimana Liverpool (4 kali), Nottingham Forest (2 kali) dan Aston Villa (1 kali) sukses menjadi juara Liga Champions.

Di tahun 1985 terjadi tragedi Heysel dimana ulah dari fans Liverpool mengakibatkan kematian 39 suporter Juventus saat keduanya bertemu di final Liga Champions. Akibatnya klub Inggris kemudian dilarang untuk berkompetisi di level Eropa selama 5 tahun. Hal ini juga diperparah dengan terjadinya tragedi Hillsborough di tahun 1989. Kejadian ini membuat kompetisi Liga Inggris menjadi menurun sehingga banyak pemain yang pindah ke klub di liga lain. Liga Inggris dirasa masih kalah bersaing dengan Serie A Italia atau La Liga Spanyol.

Akhir tahun 80an memang menjadi titik kemunduran bagi persepakbolaan Inggris. Berbagai masalah mulai dari kekerasan suporter, fasilitas stadion yang kurang layak, hukuman dari UEFA untuk klub Inggris serta banyaknya pemain terbaik Liga Inggris yang pindah ke klub luar negeri menjadi penyebabnya. Pihak otoritas Liga Inggris pun berbenah. Aturan tentang stadion pun diterapkan. Banyak juga klub Inggris yang menjadi bisnis sehingga mendatangkan keuntungan finansial untuk operasi klub tersebut.

Era Premier League

Di akhir musim 1991-92, sebuah proposal diajukan untuk membuat sebuah liga baru yang akan mendatangkan keuntungan uang lebih. Pada 17 Juli 1991, The Founder Members Agremenet disetujui untuk membentuk liga baru bernama FA Premier League. Premier League mendapatkan keuntungan finansial besar dari hak siar TV Sky Sports dan sponsor lain. Hasilnya klub-klub Premier League juga akan lebih kaya dan siap bersaing dengan klub Eropa lain.

Premier League pun menjadi kompetisi kasta utama di sistem Liga Inggris. Sementara Football League yang terdiri dari 4 divisi (First Division, Second Division, Third Division, Fourth Division) berada di bawah kasta Premier League. Sistem promosi-degradasi tetap diterapkan di tiap divisi. Musim 1992-93 menjadi musim pertama Premier League yang diikuti oleh 22 klub, dimana Manchester United keluar sebagai juara.

sejarah Liga Inggris
Pemenang pertama liga inggris, “setan merah” Manchester United

Dalam daftar juara Liga Inggris sepanjang masa, Manchester United juga menjadi klub paling banyak juara. Hingga kini, lebih dari 40 klub berpartisipasi di Premier League. Hanya 6 klub saja yang pernah menjadi juara di era Premier League, yakni Manchester United, Arsenal, Blackburn Rovers, Chelsea, Manchester City dan Leicester City. Pada tahun 2000an, juga terdapat istilah Big Four yang terdiri dari 4 klub yang selalu mendominasi posisi 4 besar klasemen Liga Inggris.

Kini, Liga Inggris atau Premier League berkembang menjadi sangat populer di dunia dan menjadi liga yang paling banyak ditonton di dunia. Dengan hak siar dan keuntungan yang sangat besar, klub klub Inggris pun banyak mendominasi daftar klub terkaya di dunia. Liverpool tetap jadi klub tersukses di era Football League, sedangkan Manchester United menjadi klub tersukses di era Premier League dan dalam sejarah Liga Inggris.

The Importance of trademark registration in Indonesia

Clear out your indecision when it comes to setting up a company in trademark Indonesia. By all means, the country is teeming with ample opportunities you are required to grab. Aside from becoming the world’s 4th largest nation in the term of population, the country undeniably has full potential and benefit for the global entrepreneurs who seriously focus on expanding their PT PMA. Furthermore, South East Asia’s greatest promising market gradually knocks the country’s public debt to GDP off. This indication points out that Indonesia deserves to be the center of foreigners’ investment and doing business as well.

If the well-established foreign-owned liability company or PT PMA is the thing you are driving at, you need to underline that aside from getting the idea on how the process of company registration is carried out, creating a trademark easily unforgotten is another facet you can’t think little of. Before the exercise is gone through with, be sure to let it registered so that the upcoming quaint predicament could be, to the most, anticipated. Accordingly, it is pretty evident that making out the importance of trademark registration in Indonesia is nothing but noteworthy.

What is a Trademark?

According to upsto.gov, a trademark is anything related to symbol, design, word or phrase that signifies as well as distinguishing the source of the goods from one party to another. The primary objective why your company should create a trademark is to make both product and service of your unique and extraordinary. The people, specifically your potential future customers, are convenient to identify your brand and business. For instance, when you are seeking a laptop at a department store then you catch a glimpse an apple mark from afar, you must absolutely know that the portable, light computer is no other than the Apple.

In substance, a trademark is the epitome of your business origin. The embodiment could be comprised of slogans, words, shapes, colors, or pictures. To appeal your customers’ interest, it is vital that you combine those kinds. Typically, terms and images are regards any business developers shouldn’t miss out—yet, you are free to decide which type of preferential signs as long as the marks of yours are can be graphically displayed. As a trademark is something valuable, you need to register it immediately. Have you ever heard the valid trademark right? With this, the owners are able to keep unwanted things away such as copying or profiteering things with someone’s brand.

Possibilities leading to crime from patent infringement to taking the company’s names without consent are widely open if the case of unregistered trademarks comes to pass on you. Because of this, you are highly recommended to do the trademark right registration either at the national-scale office or the regional one. If you find the validity period of your registered trademark expired, it is pretty clear that you are encouraged to renew the phase to keep it in force. Here in Indonesia, the renewal is commonly carried out every 10 years.

The keynote before you register your company name or trademark you are bringing along, it is overly important to consult the design of a bonafide trademark attorney. The PT PMA owners ought to understand that not all logos are able to be taken into the trademark registration process—and neither are the words. The applicants should check out whether the chosen brand in line with the trademark searching or not. Keep in mind that verifying your business name totally is urgent. It would be something pathetic knowing the fact that your mark is turned down by the trademark office as your selected badge has a similar concept to another party who has previously registered.

Another matter you are encouraged to have a go is to make sure that the shapes or slogans of your PT PMA are not geography related names, commonly used labels, and company names officially registered. In addition to that, the picked one does not violate any basic regulation issued by the nation’s trademark institution. Being distinctive definitely comes with no exception. The unusual words, signs or whatever they are, definitely exude the out of this world impression allowing other traders to easily identify them. Last but not least, avoid too much description on the mark you’ve shaped.

Why Should You Register a Trademark?

Once the company formation is taken into a further step, the PT PMA of yours requires a trademark and allows it to be registered. In the Indonesian context, the trademark registration indeed plays a significant role to determine the future of your company. Here are a couple of reasons why registering a trademark in the country is necessary.

1. First to File Lets Your Company Be Prioritized

Based on the 2001 Trademark Act, Indonesia is the one which applies the first to file approach. What does this statement imply? It indicates that a business entity legally formed, be it a limited liability company or a foreign-owned type, which files for a certain trademark will get a special privilege—being given top priority for the use. The failure in filing a trademark is definitely a section mostly precluded by big industries. There is nothing to wonder about as it is often associated with building a good reputation. The trademark registration is arguably the early way to make everything clear and accepted broadly in public.

2. To Get an Exclusive Right and Full Protection

Although there is no guarantee that infringing the intellectual property (IP) of yours might be done by other people, the palpable benefit of registering your company’s mark is getting an access for the exclusive right in which your trademark is wholly protected. Unless you don’t uncover a trademark violation enforced by irresponsible parties which your consent is put aside, for sure, you can sue them. The copyright protection also impacts on bringing down the risk of the IP pilferage. Other business parties surely won’t take a higher risk by stealing the patent.

3. To Increase Your Business Value

Not only does a trademark serve as a patented symbol but it also becomes a worth commodity which can be traded—it absolutely owns value. Selling the mark would be something great as it is subjected to affair arousing attractiveness to other promising purchasers, as well as potential buyers. To let other parties use your existing trademark in the future and order for it more comprehensive, there is nothing you can do other than licensing it. With the registered version, you are also capable of franchising it. After setting up company, building a network of a franchise is, beyond doubt, denotative to your PT PMA’s growth. All in all, it makes your profits significantly go up.

4. Benefitting the Recognition of Unified Brand

Listed as one of the freshest members in an organization linked to the Madrid System, Indonesia opens an ample opportunity for business people and their companies to hand over a single trademark application—this one is fully applicable on January 2nd, 2018. By doing the submission, your trademark can be identified by more than 100-plus members in the world. With that, you don’t only save the expense of business and time as well but also expand your typical business in the international level. The unified brand also allows the product of yours to be noticeable globally.

5. To Stay Clear of the Passing off Expense

The common problems any business individual can’t avoid dealing with a trademark are no other than the infringement and passing off.  Unlike the infringement which can eventually be settled once you officially have the registered trademark certificate, the passing off requires you more evidence—just imagine, if the mark you’ve created with hard work remains unregistered, the process of proving is both time-consuming and costing an arm and a leg. This issue will affect your company’s budget. When the name can’t be enforced, you will finally run into the inevitable bankruptcy.

6. A Trademark Represents Your Company Originality

Apart from gaining the lucrative advantages, the presence of registered trademark is to avert the product confusion commonly occurring in the marketplace. Arguably, the dissimilar trademark of yours indicates what your company formation looks like, how your brand is brought, and where to get back if your customers are uneasy to forget your product. Furthermore, it is such a valuable asset and advertising instrument when it comes to running the marketing strategy. By showcasing the logo or particular symbol, your marketing task seems lighter and more efficient.

Tips for Successfully Renewing Trademark Registrations

Broadly speaking, the procedure of renewing the trademark registrations ought to be easy. On the contrary, it is not as easy as falling a log off. To anticipate the issue, we always recommend you to go for these following tips:

1. Never Wait for the Renewal Deadline

To clear up your ignorance, you must understand that Indonesia, in fact, has no precise grace period when it comes to dealing with late filing. Submitting the renewal application to the Indonesian trademark office on the expiry date is such a bad idea. How does it come? As we know that Indonesia is a country which applies the first-to-file jurisdiction. Based on the cases commonly found, a party who misses the early filing date will undergo trouble. The process of litigation, as well as enforcement, will be agitated. Unfortunately, when the chance is gone, it’s pretty tough for you to refill the similar application. Hence, renew the registration far before the deadline.

2. Be Sure that the Information You Provide is Consistent

Being consistent in giving information throughout the Indonesian portfolio is another key factor in order for your trademark registration renewal to be winning. Being inconsistent leads you to a couple of disadvantages. Not only does it slow the renewal process down but the thing also results in the pending application. Today’s Indonesian trademark office mostly detail-oriented is very keen on examining all of the applicant’s information from name to address. Don’t you know that even little information difference could cause fatality on the application progress? The delay is purely your own mistake.

3. Don’t Take the Necessary Records Lightly

If you think that your trademark requires an update like novelizing the name of your company, as well as the address, make sure to provide the records interrelated with your fresh submission. The first benefit of undertaking this is to help you ensure that you don’t break the previous recommendation—being consistent across the portfolio. Secondly, you absolutely give confidence to the Indonesian trademark office so that unwanted possibility could be completely evaded. Once the necessary information is updated, the renewal notification immediately comes up.

4. Do the Renewal Application One Year Earlier before the Day of Expiration

Instead of facing the disappointing realities in which your application is suspended, it is vital that you submit the renewal application one year before the date of expiration. This regulation is for sure applicable to for those setting up company in Indonesia. In a few cases, the procedure of renewal activity, as well as the notification brought forth by the local trademark office might take more than a year—after finding out this circumstance, having a go with the earlier execution certainly doesn’t only save your time but also the energy. This suggestion has helped thousands of business people who struggle in acquiring the legal document in Indonesia.

5. If It is Needed, Prepare a Copy of the Registration Certificate

For the additional preparation, you had better provide a copy of registration certificate. The objective of this arrangement is to convince the officers that your renewal application is filled with whole consistency. This condition is as a matter of fact, relevant to the current shape of registration certificate in which the applicants are required to retype all information. Most significantly in the term of professionalism, it shows that you have great goods/service so that the renewal procedure might spend less time. Diminishing the risk of not taking hold of the original filing is another benefit of reading the copy.

Indonesia Trademark Registration Process

The trademark registration process in Indonesia might be either short or long—normally, the whole steps until the approval need 12 to 24 months. Everything depends on the way you prepare all the documents required as well as the submission timing. What about the charge? You have to underline that the spending includes the registration request, pre-filling search, and certificate.

Before taking up the procedural steps of registering the trademark, it is very necessary to know what types of materials you have to cover. Those essentials are described as follows:

  • A power of attorney or known as POA that needs to be signed by the trademark registration applicant
  • A statement telling the mark ownership signed by the applicant
  • A registration order form rightfully completed
  • 15 printouts of your trademark (it should be placed in the center of non-glossy A4 paper) or for simplicity reason, a softcopy version in JPG format might be included
  • A copy of applicant’s identity proof showing the personal information (this could be a passport or a business registration certificate)
  • A copy of priority document which has been certified along with the English translation

The Procedures of Trademark Application in Indonesia

  • Find the right intellectual property (IP) consultant. For those who establish the PT PMA, be sure to hire an Indonesian intellectual property consultant coming with the power of attorney which has been assigned. And the same is true of the declaration of entitlement so that the process of filing in regard to the application of trademark registration is successfully carried out.
  • The Directorate General of Intellectual Property or DGIP will conduct a trademark search. This measure is to make certain that the mark of yours is not identical with other trademarks which have been previously registered. Besides, it is to check out whether your trademark is in consonance with Indonesia’s law stipulated in the Trademark Act No 15 of 2001. The examination is also great for strengthening other values in force in the country’s society.
  • The ultimate step is to complete the process of trademark registration. In order to be completely accepted, it is vital that you be thorough when it comes to supplying the materials as described above. In general, there are three processes taken—a formal assessment, the entirety review, and last but not least, the announcement. The accepted trademark is released in the trademark official journal and the registration certificate officially issued by the DGIP is finally delivered to mark owner.

To make a long story short, understanding the importance of trademark registration in Indonesia, executing, as well as renewing it are indeed things you can’t skip out while setting up a company in the country. It is definitely important for your company’s sustainability. The advantages you can take benefit range from gaining an exclusive right and whole protection to avoiding the passing off. What are you waiting for? Get your incredible trademark indonesia registered soon